THIS IS MY FIRST LOG LISTEN IT AND DON'T DIE. EXCUSE MY VOICE. (CLICK THE PHOTO BELOW)
Minggu, 14 Juni 2015
Kamis, 21 Mei 2015
[REVIEW] 4th Anniversary SukaTV
[WARNING]
TULISAN INI TERDIRI ATAS >1800 KATA.
Halo~ Selamat datang
kembali di blog pribadi milik Salma
Aqueela. Senang rasanya bisa menulis kembali setelah beberapa minggu
hiatus. Alasan gue hiatus juga bukan disebabkan masalah sepele misal karena
malas, bukan. Sebenarnya gue punya banyak cerita dan hal menarik yang ingin dishare
dan semua itu harus ke-pending dengan padatnya jadwal hidup yang harus dijalani.
Jadi, gue akan
menceritakan bagaimana pengalaman yang sangat mengesankan selama hiatus.
Pengalaman yang membuat gue kenal dengan orang-orang hebat, mengerti apa itu
kata ‘kerja sama’ yang sesungguhnya dan bagaimana gue bisa memunculkan percaya
diri dalam diri. Yeah, sebulan yang lalu gue mengikuti semacam audisi reporter
se-DIY yang diadakan SukaTV (Sunan Kalijaga TV) yaitu salah satu komunitas TV
kampus di UIN Sunan Kalijaga. Well, gue nggak akan pernah melupakan hari itu
Sabtu 4 April 2015, dimana gue seolah mengikuti audisi dangdut. Masuk kesebuah
ruangan khusus, ada kamera, ada tiga juri, dan gue dituntut untuk tampil
percaya diri. Jujur saja, itu pertamakalinya gue bicara menatap kamera dan
mulai berbicara, reporting. (kalian bisa lihat teaser nya dibawah. video ini sukses membuat perut gue mules D-4).
Kalian mungkin akan
berfikir bahwa gue adalah orang yang lebay. Enggak sih, kalian nggak salah.
Memang begitu adanya. Setiap hari gue memantau apakah lolos audisi atau tidak.
Kalau dilihat dari lawan-lawan yang ada, mereka terlihat pede dan yaaa tahu lah
bagaimana perasaan seseorang yang tidak punya modal apa-apa. Ini pertama kali
gue begini. Dan alhamdulillah setelah satu bulan menanti /sebenernya ini kesel
banget ya Allah nungguin pengumuman nggak tenang selama satu bulan kan kebayang
kalau nggak lolos begimana rasanya/ gue lolos dan masuk 25 besar.
Rabu, 29 April 2015
[Review] ALBUM : In The Mood For Love pt. 1
I Need You~ boys
Hari Selasa tanggal 29
April 2015 Bangtan Boys resmi merilis mini album ketiga full secara online dan
fisik pagi hari nya. Awalnya gue pikir bighit akan merilis MV nya dengan
bersamaan seperti yang sudah-sudah tapi entah kenapa teknik pemasaran BTS kali
ini berbeda. Album rilis sebelum MV. Padahal gue adalah tipe orang yang tidak
bisa menikmati lagu tanpa melihat MV ( atau life performance) terlebih dulu.
Rasanya seperti melihat kucing di dalam karung. Berusaha melihat meskipun
bentuknya saja belum tahu dan mustahil dilakukan.
Katanya sih mini album,
tapi BTS selalu membuat mini album dengan embel-embel chyper, intro, outro, dan
yang paling aneh adalah SKIT. Kalau ditotal ada enam lagu, ditambah intro,
skit, dan outro jadi sembilan tracks. Gue sih fine-fine saja BTS merilis lebih
dari enam lagu meskipun itu tetap dikatakan sebagai ‘mini album’, semakin
banyak lagunya, semakin puas juga kan?
Minggu, 26 April 2015
[PHOTO CONCEPT] Bangtan Boys : In The Mood For Love pt. 2
In the mood for love.
Lo geli nggak sih
mendengar kalimat itu? Kalau gue, jujur saja sebagai seorang wanita baik-baik,
dan belum mengenal cinta.. merasa sedikit geli dan mengartikan kalimat itu
bukan sekedar ungkapan, namun juga ajakan. Ajakan untuk bercinta. In the mood
for love, itu lebih lebih lebih dari sekedar curahan hati seseorang yang sudah
siap untuk menerima seseorang disampingnya, menemani hidupnya.
Mungkin penggambaran ‘in
the mood for love’ versi gue ini terdengar harshly, tapi pasti bukan hanya gue
yang berfikir begitu. Di review sebelumnya, gue masih bebas dan santai membahas
comeback BTS super heboh ini. Tapi di part dua, gue ingin mengorek-orek lebih
dalam lagi apa sih yang ingin Bangtan Boys tunjukkan ke kita, army.
Rabu, 22 April 2015
[PHOTO CONCEPT] Bangtan Boys : In The Mood For Love pt. 1
Bangtan! Bangtan! Bang
Bang Tan!!
Yeah. Gue memulai post ini
dengan slogan Bangtan Boys yang sering mereka gunakan sebelum konser, atau saat
mereka ingin memulai suatu pertunjukkan. Bisa dibilang, BTS sekarang sedang
gencar-gencarnya memproduksi musik dan lagu. Mereka, selain disibukkan dengan
banyak tour konser dan photo sesion,
mereka juga sibuk menulis lirik. Sementara beberapa waktu yang lalu Rapmon memulai karir nya sebagai
rap handal dengan mengeluarkan album mixtape full cursing ~kkk.
Dan kini, Bangtan Boys
kembali dengan project baru, mini album terbaru, mini album ketiga. Oh yeah.
Kabar comeback mereka rencananya tanggal 29
April ini cukup membuat gue kembang-kempis, dan dompet gue terasa ngilu.
Menurut rumor yang beredar akan ada dua versi dari mini album ini, White Version dan Pink Version. Gue sedikit khawatir apakah BTS akan kehilangan kesan
hiphop mereka dengan menggunakan warna pink, warna kesukaan Jin. Warna yang
identik dengan wanita. Meskipun kalau dilihat dari photo concept tiga hari lalu, memang mini album ini akan kembali
bercerita tentang love story remaja. Tapi diramalkan juga kalau lagu-lagu dan
konsep yang akan dibawakan Bangtan Boys adalah cerita jalan hidup mereka seperti
yang sudah-sudah.
Selasa, 07 April 2015
Diagnosa yang terlalu dini, Alzeimer?
Hi guys~ Selamat datang
kembali ke blog amatir ini. Terimakasih sudah meluangkan waktu kalian untuk
bergabung dengan gue disini, menulis apa yang ingin ditulis dan mengungkapkan
apa yang menjadi keinginan luhung.
Sebelumnya gue mau
menceritakan kalian tentang sebuah film produksi negara gingseng yang sudah
lama sekali. Namun, cukup membuat gue menangis saat melihatnya. Film ini
berjudul ‘A Moment to Remember’. Menurut kalian, film ini terdengar seperti
menceritakan apa? Gue pertama kali melihat film ini berfikir dua kali untuk
tidak menghapusnya dari folder film, meskipun memori gue sudah sangat limit.
Film cinta. Itu intinya.
Film kawakan yang bertemakan cinta. Jujur saja, sebenarnya gue males kalau
disuruh untuk menonton film bergenre love, apapun bentuknya, darimana pun
asalnya. Ini adalah salah satu bentuk protes gue karena hingga saat ini gue
masih belum tahu apa itu ‘cinta’ sesungguhnya, dan malas untuk mencari tahu.
Akibatnya, gue men-cap semua film romantis sebagai film murahan. Dan gue salah.
Film ini berbeda.
Selasa, 17 Maret 2015
[REVIEW] Don't Click
Annyonghaseyo
readers, pada kesempatan kali ini gue akan kembali menulis tentang
sebuah film thiller korea yang menurut gue cukup membuat merinding
dan berfikir dua kali untuk tidur larut malam. Yeah. Awalnya gue
sudah membuat versi synopsis nya, tapi karena beberapa hal dan
menurut gue membosankan, akhirnya gue akan lebih memperhatikan dari
sisi penonton, dan pendapat pribadi.
Film
kali ini berjudul Don’t Click,
ditayangkan di Korea Selatan pada tahun 2013. Film horror-thiller ini
adalah salah satu film yang membuat gue ‘cinta’ dengan produksi
film horror dari Korea Selatan. Bukan hanya pengemasannya yang memang
horror, tetapi juga menyelipkan beberapa pesan-pesan tersirat yang
mungkin bisa membuat kita lebih waspada. Ada banyak yang sebenarnya
ingin gue tuliskan, tapi alangkah lebih baiknya kalau dimulai dari
yang sederhana dulu.
Pemeran
utama di film ini adalah Park Boyoung sebagai Se-Hee , Kang Byul
sebagai Jeongmi (adik dari Se-Hee), dan Joowon sebagai Joonhyuk
(kekasih Sehee yang di PHP). Ngomong-ngomong tentang pemeran filmnya,
gue sudah suka duluan sama Park Boyoung sejak main di Werewolf Boy
bareng Song Joongki, dan mulai saat itulah gue mulai mencari-cari
film apa saja yang sudah pernah dimainkan oleh Boyoung. Alasan gue
suka dan ngefans sama Boyoung simpel aja sih, karena dia pendek. Why?
Faktanya adalah cewek bertubuh pendek, kecil, langsing itu imut
banget dan awet muda. Tahu Yunishara? Nah, itu contoh dari Indonesia.
Sabtu, 07 Maret 2015
[REVIEW] Brown Gel Eyeliner from Maybeline
Annyeong haseyo, readers yang budiman.
Apasih yang kalian pikirkan setelah mendengar kata ‘cewek’?
Kalau gue, setelah mendengar kata itu adalah yang pertama rempong, cerewet,
banyak tingkah, munafik, cengeng, dan yang paling penting adalah cantik.
HAHAHAHAHAHAH Iya dong, setiap perempuan itu dilahirkan dengan keadaan yang
cantik bahkan tanpa perlu dipoles pun, wanita sudah kodratnya menjadi cantik.
Kalaupun sekarang banyak wanita yang terlihat tomboy dan ganteng atau
kelaki-lakian mungkin ini sudah menandakan dekatnya akhir jaman.
Yep, berbeda dengan review gue sebelum sebelumnya, kali ini
gue akan pamer (cieeee) salah satu koleksi makeup kesuyungan, saking sayangnya.
Perempuan mana yang nggak kenal sama eye liner? Yuhuuuu kosmetik satu ini
menjadi barang WAJIB yang harus dimiliki oleh setiap perempun (oke, buat lo
yang merasa cowok dan punya eye
liner di rumah, oke gue nggak akan menyalahkan kalian). Mungkin karena manfaat
dari eyeliner ini yang luar biasa berguna dan mudah dibawa kemana-mana.
Sebelumnya gue memang udah ada rencana sih kalau mau
mereview kosmetik gitu biar mirip sama mbak-mbak beauty blogger, tapi kembali
lagi pada diri gue ya yang memang nggak bisa konsisten akhirnya gue memilih
untuk menyimpannya di folder draft. Menyedihkan memang melihat banyak draft
yang membusuk. Kalau folder draft ini adalah bangkai ayam, mungkin sudah
dikerubungi banyak belatung (cieee belatung ingat byun baekhyun).
Dari eyeliner yang bentuknya liquid, spidol, padat, gel dan
bahkan dari yang warna hitam, coklat, ungu, merah, hijau, biru, pink, ah
semuanya gue ada. Tapi warna-warna itu semua hanya dalam bentuk pensil, padahal
gue maunya yang gel. Karena menurut pengalaman gue, eyeliner gel lah yang
memiliki ketahanan warna dan kemudahan dalam mengaplikasikannya. #tsssah Gue
maaf dulu ya, kepada para pembaca yang mengharapkan cepat-cepat pada intinya,
tapi alangkah lebih baiknya kalian membaca basa-basinya terlebih dahulu.
Oke, jadi hari itu gue sengaja jalan-jalan ke toko kosmetik
yang terkenal lengkap di Jogja, well memang lengkap. Sangat lengkap, tapi ramai
sekali. Gue adalah tipe remaja puteri yang doyan dandan dan malapetaka yang gue
hadapi saat berkunjung ke stan kosmetik adalah.. jebolnya anggaran belanja.
Yeah, kalau tadinya ke toko kosmetik hanya ingin beli kapas.. pulang pulang gue
bisa bawa eyeshadow, bedak, blah blah blah. Cara mengatasinya adalah mencatat
semuanya sebelum berangkat, dan yang paling parah adalah gue harus kesana
mengenakan kacamata hitam dan menyumpal telinga dengan head set. Tujuannya
adalah menjaga pandangan dari semua keindahan dan gemerlap glitter serta
menghindari diri dari sapaan manis penjada counter. Susah memang. Apalagi
dilihat dari daya beli gue, seorang anak SMA bau cabe rawit.
Awalnya gue hanya ingin membeli bulu mata palsu alias false
eyelash tapi tiba-tiba mata gue melihat stand Maybeline. Oh yeah, baru kali ini
gue bisa ketemu sama stand Maybeline, well selama ini gue hanya menggunakan merk
sejenis Wardah dan beberapa yang berasal dari etude house *cosmetics harga
selangit*. Gue bukan tertarik sama bedak atau lipstick Colour Show yang sedang
ngtrend, tapi karena eyeliner gel yang berwarna coklat. Apalagi gue tahu kalau Maybeline
ini udah t.o.p b.g.t lah kalau tentang kualitas.
Finally gue membeli eyeliner gel seharga Rp. 96.000,00 dari
yang awalnya Rp. 121.000,00 gara-gara diskon 15%, blah apalah artinya diskon ya
kalau harga sudah dinaikkan terlebih dahulu. Dan taraaaaaaaa ini lah penampakan
eyeliner nya. Em, gue termasuk yang sudah mencari-cari eyeliner gel warna
coklat ini, soalnya kalau gue beli dari online shop harganya mahal banget bung,
sebagai pelajar yang masih numpang orangtua, gue nggak sanggup.
Suka banget sama eyeliner ini, emang ya harga membawa rupa.Cukup
lah eyeliner ini bisa untuk setahun pun nggak akan habis kalau gue. Alasan gue
memilih warna cokelat ? Soalnya kalau warna hitam dipakai untuk
kegiatan sekolah agak berat, dan gue juga masih remaja yang bakalan mengundang
perhatian kalau dandan terlalu WOW. Kegiatan diluar juga menjadi pertimbangan
yang lain, kalau gue pakai yang pensil pasti bakalan cepet luntur.
Warna, gue suka banget. Sesuai lah sama yang gue harapkan. Apalagi
Maybeline juga menyediakan kuas aplikator, jadi untuk yang nggak punya kuas
eyeliner seperti gue, merasa diuntungkan sekali dong~! Oiya, gue juga lagi
cari-cari brush untuk makeup nih, haha. Kemarin kemarin gue cari tapi nggak
ketemu dan akhirnya beli satu-satu, alias kepisah-pisah. Padahal gue maunya
langsung sepaket gitu, biar udah mantep kalau mau dandan. HAHA. Barang memang ada, tapi uangnya yang
belum dicari.
Ininih yang mungkinbisaguebagisama
kalian, guys. Why I like this product?
+ Long lasting, bisatahansampai 36
jam (menuruttulisan di kemasannya).
+ Ada brush eyeliner.
Karena sangat sulit mencari kuas eyeliner yang harga satuan, dan karena kita beli ini,
jadi dapat gratis dehhaha. Lebih mudah aja mengaplikasikannya.
+ Warnanya sedilit ber-glitter
jadi ada kesan glamour nya.
+ Bisa dibawa kemana-mana ^^
fleksibel.
+ Warnanya termasuk natural
sih ya cokelat, jadi kalau kesekolah pakai nih eyeliner nggak akan begitu kelihatan dan meminimalisir terjadinya razia
HAHA.
+ Waterproof,
kalau habis wudhu jadi nggak khawatir lagi dengan eyeliner yang mungkin luntur.
Karena nih proteksi waterproof nya cukup memuaskan ya, dibandingkan dengan eyeliner
yang gue punya lainnya.
Why I dislike:
- - The prize is..too much ya. Hahah, mahal banget lah untuk anak sekolahan kayak gue gini walaupun udah di diskon.
- - Cepat keringnya. Ini sebenarnya bagus sih, tapi jadi kesannya harus terburu-buru kalau mau mengaplikasikannya.
- - Kurang tau apa efek drama nya.
- - Susah hilang. Ini juga sebenarnya termasuk dalam kelebihan, tapi karena susah hilang itulah jadi kalau membersihkan harus mengeluarkan tenaga ekstra. Dan lagi, kulit area mata itu adalah bagian sensitif jadi mudah berkerut kalau sering dibersihkan terlalu maksa bisa berkerut.
Yep, kira-kira begitu hasil observasi dan
review gue untuk Eyeliner dari Maybeline. Tapi keseluruhan, gue suka. Banget!! Sekali lagi,
pendapat yang berbeda akan selalu bermunculan,
jadi jangan lupa untuk memberikan komentar tentang post ini ya^^
Rabu, 25 Februari 2015
[REVIEW] 4minute 'Crazy'
Crazy~
Yeah. I’m comeback~~~~~
Setelah beberapa minggu
nggak muncul di blog, banyak hal luar biasa terjadi. Biasanya, setelah lama gue
nggak nulis di blog dan draft semakin menumpuk, gue akan malas untuk menyentuh
kembali atau bahkan merevisi ulang. Begitu lah hidup, kalau dibawa terlalu
serius jadinya malah males.
Kali ini gue akan
mereview girl band senior yang comeback setelah waktu yang cukup lama tidak
terdengar kabarnya di dunia kpop. Meskipun banyak girl group baru yang
bermunculan, tapi group ini masih sangat eksis sampai sekarang. Walaupun
menurut temen-temen sesame Kpopers, kalau boyband atau girlband udah merambat**
ke Jepang atau Negara lainnya nih, tandanya di negeri asalnya dia kurang
dikenal atau mencari pasar lain yang masih bisa dapat kesempatan besar. Padahal
menurut gue, nggak gitu amat sih.
Yep, 4minute menjadi
girlband pertama yang gue review di tahun 2015. *prokk prokk*. Tepat tanggal 9
Februari kemarin, mereka comeback Mini Album ‘Crazy’ dengan enam sound track
yang semuanya menurut gue keren sih. Nah, ada yang berbeda dari kembalinya
4minute setelah sebelum-sebelumnya mereka stuck dengan genre musik yang seperti
itu-itu saja dan dance yang sexy seperti biasa. Kali ini mereka memilih untuk
menggunakan genre hip-hop. Mungkin karena banyaknya group yang menjual produk
hip-hop, jadi 4minute mencoba peruntungan gitu ya. Iyain aja tolong.
Well, penasaran kan
gimana jadinya girlband yang selama ini beraliran funky-kpop-reggae mencoba
peruntungan baru di genre hip-hop. Gue kadang mikir kenapa sekarang banyak
banget bb-gb yang berubah aliran atau mungkin hanya mencoba menjajal genre
hip-hop. Sampai-sampai group yang nggak punya basic rap aja berusaha untuk
terlihat tetap swag.
First impression gue
saat melihat MV ini adalah
Rabu, 31 Desember 2014
[UN-STAN] Good Bye EXO
Annyeonghaseyo..!
A decision was present in each of us. Everyone is free to decide where it will go, and how that he traveled to get to a destination. Not one other person if the failure was coming. Maybe, it's wrong to make decisions yourself.
Everyone also has a reason why they decided to come out and may join another group. They will try to get in and be accepted by the people in it. At one point, when the boredom that comes, or when the group is not in accordance with expectations, then it is free for anyone to go. People who are in it, do not be angry. It was his decision. They have to respect him.
A week ago, a group of my junior high school line so crowded at all and it seems I'm getting not mean anything. They greet each other (in line) and ask each other the respective news. While I don't know anything about what they discuss, and how I could join, because it seems that chat is not intended to special people like me. Moreover, the group is becoming increasingly crowded with those who are born to be spamers. So, I decided to leave.
"If you feel exposed with spamming, you'd better turn off the notification,".
Good advice from someone who's selfish. Not only me who get the crazy advice. One of my friend who was bothered too was unhappy and did not receive. Supposedly, if they respect me (and other people) as a member of the group, they (should) not so. Here, the principle clearly been neglected social groups. They do not respect to each other, and instead looked very selfish. Do you think I'm wrong?
Senin, 15 Desember 2014
I Love Zoo : Come in! Touch! And Love it!
Minggu, 14 Desember 2014.
Hari
ini adalah pertama kali setelah sembilan tahun aku tidak berkunjung
ke Gembira Loka Zoo. Kebun binatang yang biasa-biasa saja kini telah
bertransformasi menjadi taman satwa yang dipenuhi dengan pepohonan
rindang. Hal ini cukup membuatku pangling
karena dengan melihat peta perjalanan, aku dapat mengetahui bahwa
Gembira Loka Zoo benar-benar sudah dirombak!
Dulu
banyak sekali sampah mengapung di kolam, hewan kelaparan, dan kandang
yang tidak terawat. Namun sekarang kandang yang berkarat sudah dicat
ulang sehingga terlihat seperti baru. Lahan-lahan kosong mulai
ditanami pohon berakar besar dan berguna sebagai tempat berteduh para
pengunjung. Papan peringatan serta ajakan untuk melestarikan
lingkungan juga tertempel di sudut-sudut kebun binatang. Para petugas
kebersihan setiap sepuluh menit sekali bergantian menyapu jalanan
kebun binatang. Tidak heran jika Gembira Loka Zoo selalu ramai
pengunjung.
Sejak
empat tahun yang lalu, pihak pengelola telah melakukan berbagai macam
upaya untuk membenahi fasilitas di kebun binatang. Diantaranya adalah
Taring (transpor keliling), wahana permainan air, pusat cenderamata,
dan aneka jajanan yang dijual di area food
court. Gembira Loka Zoo juga mulai
menambah koleksi satwa yang dimiliki, seperti pinguin, dan burung
unta.
![]() |
| tempat untuk foto bersama satwa |
Perhatianku
justru tertuju pada taman reptil, dan taman burung yang juga menjadi
koleksi baru di Gembira Loka Zoo . Di dalam taman reptil dan amfibi,
aku bisa melihat 200 spesies hewan reptil yang berbeda-beda dari
seluruh penjuru dunia. Mulai dari yang beratnya 200 kilo gram, sampai
yang hanya sebesar ujung ibu jari. Selain melihat-lihat, pengunjung
juga dapat berfoto bersama kura-kura Aldabra dan ular phyton. Awalnya
aku takut sekali untuk mencoba mendekat bahkan menyentuh kulit ular
yang terlihat mengkilap. Namun setelah diyakinkan oleh keeper
ular, aku berani berfoto bahkan mengalungkan ular pyton besar di
leherku. Begitu juga di taman burung, pengunjung bebas untuk berfoto
bersama burung kakatua dan predator paling mematikan yaitu burung
elang.
![]() |
| salah satu kura-kura yang menarik perhatianku |
Jangan
ragu untuk bisa menyentuh dan berfoto bersama satwa-satwa di Gembira
Loka Zoo, karena satwa yang dipamerkan sudah jinak dan dibawah
pengawasan keeper.
Keeper
akan selalu mengawasi setiap pergerakan hewan yang menjadi tanggung
jawabnya. Pengunjung bukan hanya sekedar berekreasi, namun setidaknya
setelah pulang dari kebun binatang mendapatkan sesuatu sehingga bisa
diceritakan pada orang lain.
Seperti
beberapa minggu yang lalu kebun binatang mendapatkan penghuni baru,
karena unta koleksi mereka baru saja melahirkan seekor bayi unta
betina yang sangat lucu. Bayi unta ini lahir dengan disaksikan banyak
pengunjung dibantu oleh keeper
dan dokter hewan. Bayi unta yang belum diberi nama itu terlihat riang
berlarian kesana kemari menghindari dokter hewan yang hendak
mengganti perban di perutnya. Sang keeper
terlihat kewalahan mengejar bayi unta yang terus berlari dan
melompat.
Pekerjaan
menjadi seorang keeper
ternyata tidak semudah yang aku pikirkan. Mereka harus menanggung
resiko apabila hewan yang dijaga terkena penyakit atau mengalami
masalah. Seorang keeper harus mengerti betul seperti apa tabiat
hewannya. Semua hewan yang ada di Gembira Loka Zoo memiliki keeper
dan setiap spesiesnya ditanganani oleh ahlinya masing-masing.
Tidak
harus orang yang menyandang pangkat ‘ahli’ untuk menjadi seorang
keeper.
Asalkan ia memiliki kemauan yang kuat dan sayang pada binatang, pihak
pengelola bersedia untuk menyekolahkannya ke luar negeri pada bidang
yang memang dibutuhkan. Seperti yang telah dialami oleh Mas Surya,
keeper burung unta dan burung-burung lainnya. Sekarang beliau sudah
menjadi ahli spesies burung paruh bengkok di Gembira Loka Zoo.
![]() |
| Mas Surya yang sedang sibuk memberi makan burung Unta |
“Semua
ini karena kerja keras dan kemauan yang kuat. Jadi semua yang sudah
saya lakukan ini terasa menyenangkan. Setiap hari saya bisa
berinteraksi dengan hewan-hewan disini,” kata Mas Surya sambil
terus membuat racikan makanan untuk burung unta.
Memang menjadi keeper sangat melelahkan, setelah dijalani dengan hati yang ikhlas serta kesenangannya terhadap burung, akhirnya Mas Surya bisa pergi ke
Singapura untuk belajar lebih serius. Sekarang Mas Surya menjadi
salah satu keeper
Gembira Loka Zoo yang paling berpengaruh selain karena beliau adalah
senior disini.
“Ada
banyak hal yang bisa saya peroleh dari Singapura selain ilmu yang
bermanfaat. Di sana saya bertemu dengan orang-orang yang
berlomba-lomba melestarikan satwa di Negara mereka. Sedangkan kita
malah mengeksploitasi kekayaan fauna milik Indonesia, sangat
disayangkan sekali,”.
Setelah
mendengarkan cerita dari Mas Surya aku merasa tertantang untuk suatu
saat nanti bisa ikut serta dalam melestarikan fauna di Indonesia.
Percuma bila kita memiliki banyak satwa tetapi tidak bisa menjaga dan
melestarikannya. Bagaimanapun, binatang juga makhluk ciptaan Tuhan
yang harus tetap dilestarikan agar ekosistem di dunia tetap berjalan
sempurna.
Kebun
binatang selain menjadi tempat rekreasi ternyata juga menjadi balai
konservasi bagi hewan yang sakit atau membutuhkan tempat tinggal.
Hewan yang sakit biasanya dirawat di Polisatwa yang ada di Gembira
Loka Zoo. Setelah sembuh hewan tersebut bisa dilepaskan kembali atau
ditampung sampai ada yang mau merawatnya. Melalui balai konservasi,
banyak hewan-hewan bermasalah yang terselamatkan kemudian kembali
sehat. Sayangnya bukan sembarang orang yang dapat masuk ke Polisatwa,
jadi aku hanya mendengarkan cerita dari Mas Surya. Wah, ternyata
begitu besar peran kebun binatang dalam pelestarian satwa! I
LOVE ZOO!! #ReportaseILoveZoo
Langganan:
Postingan (Atom)
Diagnosa yang terlalu dini, Alzeimer?
Hi guys~ Selamat datang kembali ke blog amatir ini. Terimakasih sudah meluangkan waktu kalian untuk bergabung dengan gue disini, menuli...
-
Annyeong haseyo readers yang baik hati dan setia membaca blog kamvungan gue ini . senyum gembira aja buat kalian yang udah setia menunggu a...
-
Pernah nggak sih kalian merasa tidak cocok berteman dengan seseorang? Pasti pernah dong! Biasanya hal ini akan disalurkan dengan sikap tida...
-
05 March 2024 This morning, my grandma passed away. I don't know how to react, considering this is something I've wished for. I mea...














