Halaman

Tampilkan postingan dengan label anak rantau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label anak rantau. Tampilkan semua postingan

Selasa, 18 April 2017

Kucingku Sayang Kucingku Malang

“Miaww miaww miaww.” Sejak malam itu aku terus mendengarmu menangis karena kedinginan dan kelaparan. Bagaimana kabar mereka? Sudah seberapa besar? berapa yang masih hidup bersamamu? Kuharap kalian baik-baik saja.
Aku tidak pernah merasa begitu sayang pada hewan, bahkan pada si Kai -ikan koki peliharaan yang sudah lama mati. Coba tanyakan padaku tentang ‘hewan apa yang paling aku sukai’. Jawabannya adalah, semua hewan kecuali insect dan reptil, please jangan coba-coba ngasih aku ulat atau belalang atau aku akan teriak sampai kaca jendela pecah. #okelebai
Ini mungkin akan menjadi kisah ter-menyedihkan, ter-menye, dan ter-lebai yang akan kalian baca. Salah satu kisah dari ke-absur-an hidupku. Tolong dibaca saja, jangan banya bicara apalagi berpikir yang aneh-aneh. Ini serius. Kalau aku ingat hari itu rasanya dadaku sesak. Ingin menangis lagi rasanya.

Sabtu, 11 Maret 2017

Homesick


“Aku tidak tahu apa yang sedang terjadi. Rasanya separuh diriku hancur. Aku tidak tahu harus bagaimana. Rasanya sangat lesu dan membuatku sangat mengantuk. Aku tidak ingin melakukan apa pun. Aku hanya ingin diam dan menunggu jawaban, sebenarnya apa yang sedang terjadi.”
Apakah kalian tahu apa itu homesick? Beberapa hari yang lalu aku terkena homesick hampir dua minggu full. Padahal dulu di hari pertama aku menginjakkan kaki di kota ini semuanya baik-baik saja. Semuanya berjalan normal, sangat normal malah. Ketika teman-teman yang lain sibuk menghubungi orang tua mereka di kampung halaman, aku hanya mendengarkan curahan hati mereka yang katanya merindu. Ketika mereka semua bercerita bagaimana mata mereka bengkak di pagi hari karena menangis semalaman, aku hanya menjadi pendengar yang baik.

Sabtu, 03 September 2016

[Good Vibes pt. 1] Perjalanan Di Mulai Lagi


Tulisan ini gue tulis ketika sudah seminggu menetap di Balikpapan...

BGM:
Whistle (Blackpink) – Bombayah (Blackpink) – Navillera (Gfriend)

Menjadi perantau bukanlah hal yang pernah gue impikan. Menjadi ‘jago kandang’ lebih menyenangkan dibanding harus beradaptasi kembali dengan segala hal baru yang pasti ditemukan di sini. Meninggalkan kota kelahiran untuk merantau ke pulau lain yang jika dilihat di peta bisa dibilang sangat jauh jaraknya. Tetapi pernah kah kita berpikir tentang rencana Tuhan?

Di awal gue tahu harus merantau ke Balikpapan, gue merasa bingung antara mengiyakan atau melepas kesempatan ini dengan alasan tempat yang terlalu jauh. But, hey gue adalah gadis sembilan belas tahun yang pernah bermimpi untuk tinggal sendiri jauh dari rumah. Tinggal sendiri itu bukan masalah yang besar kok meskipun menyeberangi lautan. Awalnya gue pikir orangtua tidak akan merestui kepergianku tapi ternyata gue salah, Ummi menyetujuinya dengan mantap. “Selagi masih ada kesempatan dan konsekuensi yang harus diterima, kenapa tidak?” begitu kata Ummi.

Diagnosa yang terlalu dini, Alzeimer?

Hi guys~ Selamat datang kembali ke blog amatir ini. Terimakasih sudah meluangkan waktu kalian untuk bergabung dengan gue disini, menuli...